Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
Jumat, 15 April 2011
Ucapilah Kata-kata Walaupun Hanya Sedikit
Semua berawal dari kata-kata.
Bukan hanya seseorang. Ada banyak orang yang malu dengan kondisi di negeri ini yang tak juga membaik. Bahkan makin hari, kian tidak menentu. Tapi ada juga orang yang bangga dengan kondisi negeri ini, apa pun yang terjadi, bagaimana jua situasi dan kondisinya. Baik-buruk, salah-benar – inilah negeriku. Perbedaan ekspresi atas pemahaman makna cinta negeri pun bisa menjadi salah kaprah tidak karuan.
Negeri ini sejatinya tak pernah punya kesalahan apa pun. Kecuali para penguasa dan orang-orang di sekitarnya yang ikut mendukung kekeliruan turun-temurun. Baik secara sadar atau pun tidak. Nasib orang hanya diombang-ambingkan dengan permainan kata-kata.
Mulanya mereka menjual kata-kata. Lalu diberi mandat untuk mengelola negeri ini. Mereka bermain dengan kata-kata. Lalu dengan berbagai dalih berwujud kata-kata, mereka mengutamakan diri sendiri. Orang-orang yang telah dipercaya karena tebaran kata-katanya, ternyata mengabaikan dan melupakan kesejahteraan seluruh rakyat.
Rasanya baru kemarin Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke menjual kata-kata dalam kampanye pemilihan gubernur. Akhirnya ahli Jakarta pun terpilih. Ketika Jakarta dilanda kebanjiran dan kemacetan di mana-mana serta proyek bus transjakarta dipermasalahkan, kata-kata pun berhamburan. Kini eranya penggusuran. Dan lagi, kata-kata meluncur bertebaran di mana-mana. Para korban penggusuran berkata-kata menuntut realisasi janji atas kata-kata.
Tragedi besar kemanusiaan lumpur Lapindo belum tuntas, entah sampai kapan. Namun orang-orang pemilik kebijakan hanya sibuk dengan adu argumentasi soal istilah – bermain dengan kata-kata. Para korban Lapindo telah kehabisan kata-kata dan hanya mampu berdemonstrasi menuntut hak. Sebuah wujud perjuangan akhir ketika kata-kata tak didengar dan tak ada lagi.
Ada apa dengan kata-kata?
Ada kata-kata yang kosong tanpa makna. Ada kata-kata yang dalam, penuh arti dan tajam bagai pisau silet. Orang-orang bijak cerdik pandai sejak zaman para nabi telah mengingatkan, betapa luar biasanya energi suatu kata-kata. Para leluhur keimanan ini mengibaratkan – dalamnya sebuah keyakinan terhadap kata-kata, akan mampu memindahkan gunung.
Orang-orang bijak mempersonifikasikan lahirnya alam semesta berasal dari kata-kata. Para filsuf Yunani purba pun tidak hanya sibuk dengan berbagai persoalan pemikiran fenomena kosmologi alam semesta dan antropologi saja. Mereka juga memikirkan tentang makna kata-kata. Orang-orang bijak dari Tiongkok klasik mengatakan, terlalu banyak berkata-kata justru akan menjauhkan diri dari kebijaksanaan.
Sebuah buku sederhana diberi judul “Kata-Kata” untuk merangkum betapa luasnya karya pemikiran seorang sastrawan-filsuf ternama Perancis Jean-Paul Sartre (1905-1980) yang amat kaya.
Di hampir semua tradisi dan kebudayaan, seorang bayi mungil “dipaksa” mengeluarkan kata-kata dalam wujud tangisan ketika baru meluncur keluar dari rahim sang ibu. Dalam perkembangannya, kemampuan berkata-kata si anak akan terus diasah agar terampil berkata-kata secara universal dan dapat bergaul secara sosial.
Betapa sangat pentingnya kata-kata dalam hidup manusia.
Kata-kata bisa menimbulkan ketenangan, kenyamanan, kedamaian, keriaan, cinta kasih, kebahagiaan, dan pengharapan. Tapi kata-kata juga bisa melahirkan fitnah, konflik, kebencian, peperangan, dan petaka.
Kata-kata tak sekadar kata-kata
Bermainlah dengan kata-kata
Tapi jangan coba-coba mempermainkan kata-kata
Permainan kata-kata, akan menuai kata-kata
Kata-kata yang dipermainkan akan kehilangan makna sejati kata-kata
Kekuatan kata-kata terletak pada kejujuran makna kata-kata
Berkata-katalah… dan berhati-hati dengan kata-kata.
Selasa, 12 April 2011
JADWAL PERSIJA DI ISL TAHUN 2010-2011
Jadwal Persija Putaran Kedua ISL 2010/2011
Minggu 13-03-2011 : PERSIJA vs Persiba : 5-1
Jumat 18-03-2011 : Persib vs PERSIJA : 2-3
Selasa 22-03-2011 : Persijap vs PERSIJA : 4-1
Minggu 03-04-2011 : PERSIJA vs Persipura : 1-1
Rabu 06-04-2011 : PERSIJA vs Persiwa : 0-0
Minggu 10-04-2011 : Arema vs PERSIJA : 2-1
Sabtu 23-04-2011 : PERSIJA vs Persisam : 7-2
Rabu 27-04-2011 : PERSIJA vs Bontang Fc : 4-1
Minggu 29-05-2011 : Sriwijaya Fc Vs PERSIJA : 3-3
Rabu 01-06-2011 : PERSIJA vs Semen Padang : 1-1
Minggu 05-06-2011 : PERSIJA vs Pelita Jaya : 1-0
Kamis 09-06-2011 : Persela vs PERSIJA : 0-0
Minggu 12-06-2011 : Deltras vs PERSIJA : 1-2
Minggu 19-06-2011 : PERSIJA vs PSPS : 3-0
Minggu 13-03-2011 : PERSIJA vs Persiba : 5-1
Jumat 18-03-2011 : Persib vs PERSIJA : 2-3
Selasa 22-03-2011 : Persijap vs PERSIJA : 4-1
Minggu 03-04-2011 : PERSIJA vs Persipura : 1-1
Rabu 06-04-2011 : PERSIJA vs Persiwa : 0-0
Minggu 10-04-2011 : Arema vs PERSIJA : 2-1
Sabtu 23-04-2011 : PERSIJA vs Persisam : 7-2
Rabu 27-04-2011 : PERSIJA vs Bontang Fc : 4-1
Minggu 29-05-2011 : Sriwijaya Fc Vs PERSIJA : 3-3
Rabu 01-06-2011 : PERSIJA vs Semen Padang : 1-1
Minggu 05-06-2011 : PERSIJA vs Pelita Jaya : 1-0
Kamis 09-06-2011 : Persela vs PERSIJA : 0-0
Minggu 12-06-2011 : Deltras vs PERSIJA : 1-2
Minggu 19-06-2011 : PERSIJA vs PSPS : 3-0
Langganan:
Postingan (Atom)